TRAVEL MANDIRI KE 5 NEGARA EROPA - BAB I : MENCLAK – MENCLOK TRANSIT

Setelah drama perubahan jadwal Qatar, perjalanan Jakarta – Kuala Lumpur beralihlah dari AA jadi naik KLM yang untungnya biayanya juga dapet promo. Pesawat KLM ini meski flight attendants nya bule-bule yang cukup senior tapi ramahnya ngga kacang2 ke penumpang. Aku pernah ngalami naik pesawat yg pramugarinya orang asia yg masih muda-muda tapi jutekkk bangett, bikin ill feel. Keramahan Asia apa cuma slogan aja ya.. haha ups!

 

Perjalanan ke KL cukup lancar meski kami harus nunggu transit agak lama (karena boardingnya Qatar pagi2 buta!). Kelaperan keliling2 bandara KLIA nemu juga kedai ayam yang masih buka. Bayarnya gimana ? kan ngga nyiapin Ringgit ? Tenang… dengan pede kami ajukan CC untuk pembayaran.. etapi..ditolak dooonk wkwkwk.. karena kata mereka kalau lewat tengah malam disana biasanya lagi maintenance kartu jadi mereka ngga terima CC.. tapi mereka terima USD untuk pembayaran (fyi, Rupiah ngga kami siapkan di dompet karena mengira ngga akan butuh). Akibatnya USD kami tertukar dengan kembalian Ringgit (Wew.. yasudlah.. mungkin butuh saat transit balik nanti). Kami pun istirahat sebentar menunggu halo-halo Qatar Airways boarding jam 2 pagi.

 

Tiket promo yang kami beli yaitu QATAR AIRWAYS dapat full service. Duh, ini airline mah ya ngga ada obatnya… baeekkk banget.. Bangetnya kayak apa, nanti aku certain ya J

 

Dengan Qatar Airways otomatis kami transit di Doha. Nggak nyangka ternyata warga transiters banyak juga sampai ada petugas khusus yang mengatur jalannya antrian menuju check bagasi, sampai antrian ku dan 2 temanku terputus. Secara reflex aku yang agak panik dan secara impulsif langsung nyelip nerobos rantai pembatas… eh ketawan dooonk ma petugasnya.. wkwkwkw.. langsung disamperin, dibentak dan diminta paspornya diancem mo ditahan.. duh. Aku berusaha jelasin bahwa kami 1 grup takut terpisah dan of course minta ma’ap ke petugasnya. Mungkin ngeliat tampang saya yang melas-melas unyu dy langsung kesian, ngebalikin paspor saya tapi minta balik lagi ke antrian sebelumnya haha (ma’apin ye om :P).

 

Setelah sukses transit akhirnya duduk manis di pesawat otw ke Amsterdam.

 

Dari rancangan awal bahwa kami tetap bertiga kemanapun, mendadak kabar diterima salah satu travelmate kami yang kebetulan seorang katholik bahwa sohibnya juga otw ke Roma buat merayakan paskah disana. Alhasil sesampainya di Amsterdam dy ngga ikut trip ke Paris dan akan langsung change schedule ke Roma dari Amsterdam untuk bareng ikutan paskah di Vatican. Well ok. Yang penting everyone happy.

 Sesampai di Bandara Schippol, cuaca masih cerah terang benderang. (iyalah, tengah hari bolong..), masih banyak waktu buat explore tipis-tipis sekitar Amsterdam. Setelah menitipkan koper di bandara schippol dan dengan muka agak kucel (jetlag cuy), kami muter2 sekitaran Dam Square sambil cari makan siang dan tempat sholat yang applicable. O ya, di Schippol kalau mau nitip bagasi bisa cek kesini ya :

 

https://www.schiphol.nl/en/at-schiphol/services/luggage-storage

 

Pembayarannya bisa pakai uang euro dan bisa gesek credit card juga.

 

Setelah cukup puas ngiter2 (ya namanya juga transit..yekan), balik lagi ke Centraal untuk naik kereta ke stasiun Sloterdijk (tempat mangkalnya bis-bis AKAN-Antar Kota Antar Negara :P). Kami naik Flixbus yang harganya cukup bersahabat. Ambil bis yang malam hari dengan perkiraan sampai di paris pagi hari, biar irit biaya nginap di hotel hehe. Enaknya berangkat malam ngga berasa jauhnya dan penumpangnya agak sepi, jadi bisa bebas selonjoran. Lagipula view eropa track Amsterdam-paris dengan bis nggak seindah kalau naik kereta, karena hanya melalui jalan-jalan tol aja jadi ngga liat view pun ngga rugi-rugi amat.

Comments