TRAVEL MANDIRI KE 5 NEGARA EROPA - BAB II : BONJOUR PARIS!
DAY 1
Paris ini kota yang paling berkesan buatku sepanjang pengalaman trip dimanapun. Bukan cuma kenyang sama view bangunan renaissance tapi di kota inilah paling banyak kutemui warga Paris yang ramah dan baik.
Jadi, hari itu masih pagi buta sesampainya di Porte Maillot, Paris, tempat perhentian terakhir Bus. Kami langsung menuju Metro terdekat dengan harapan bisa naik kereta paling pagi, tapi nyatanya sampai sana Metro masih tutup (rupanya Metro disana nggak 24 Jam hehe). Sambil menunggu akhirnya kami mencari lokasi bersih yang agak tersembunyi untuk melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat kami kelilingan sekitar Charles De Gaulle-Etoile Metro. Setelah loket buka segera kami beli 1 tiket one way menuju Metro Gard Du Nord, metro terdekat dengan hotel kami. Sesaat kami bingung cara masukin tiket, bersyukur ada pemuda prancis yang.. ehm pretty cute ;) membantu mengajarkan kami cara penggunaannya. Dari Metro Charles de Gaulle ke metro Gare Du Nord ternyata harus transit kereta. Karena masih gaptek baca peta Metro Paris, kebingungan kami (padahal udah berusaha pasang tampang pede biar ngga dikerjain orang jahat) terlihat oleh cowok keling disana dan dia menawarkan bantuan membaca petunjuk arah. Awalnya kami agak ragu tapi dia malah membantu mengangkat koper saiah karena metro di Paris rata-rata ngga ada escalator, Cuma tangga manual.
Singkat cerita sampailah kami di hotel. Kami tahu pagi itu belum bisa check in, maka mengisi waktu pagi hari kami berniat mau nitip tas dulu di hotel untuk kelilingan sekitar paris. Kucel-kucel deh biarin, yang penting waktu ngga terbuang sia2.. but you know what ? Petugas hotelnya menawarkan kami bersih-bersih dan boleh mandi di kamar mandi tamu hotel! Ya Allah.. udah 3 orang baik kami temui selama di Paris..Alhamdulillah..
Langsung doonk ke tempat tujuan utama dari trip ini.. dream place yang selama ini selalu dikejar KW-KW nya di Nusantara dan bahkan sampai ke Luar Negeri (ke Shenzhen, China hehe), apalagi kalau bukan Menara Eiffel!
Sehabis dari Eiffel lanjut ke Notredame. Nyari-nyari Zero Point nya yang mitosnya kalo injek itu bakal balik lagi ke Paris, ngga nemu-nemu.. haha, jadinya muter-muter aja sekitaran Notredame dan lanjut menuju Grand Du Mosque (mesjid terbesar dan terindah di Paris). Saat nyari mesjid ini sempet kena “prank” ketika dari kejauhan terlihat kubah lookalike yang berwarna emas dengan semangat 45 nyamperin gedungnya yang kirain salah satu mesjid ternyata… itu gereja orthodok Rusia.. hehe.
Menjelang malam, setelah ambil foto senja di Champs-Élysées (sumpah foto senja di sini keren banged..dan ambil foto disini kudu ekstra sabar, selain antri spot juga musti sabar nunggu mobil agak sepi karena landmark ini terletak ditengah2 persimpangan jalan) aku ngajak (lebih tepatnya maksa sih.. hehe) travelmate ku, Dola, untuk balik lagi ke Eiffel karena lampu-lampunya kalau malam magical banget! Dan bener doonk sampai sana dengan noraknya aku ngga mau cepet-cepet pulang karena takjub sama kilaunya Eiffel dan ambience di sekitarnya hehe. Ternyata lampu Eiffel itu nyala nya berjarak antara 8-10 menitan makanya aku tekun banget nungguin terus hahaha (ya kapan lagi yekan). Karna malam udah makin dingin, dah ngga kuat stay di outdoor saat spring, barulah kami balik ke hotel untuk istirahat dan cek-in.

Namanya juga hotel murah-meriah yaa, jadi sprei dan sarung bantalnya masang sendiri hahaha.. ya ngga pa pa lah, yang penting bersih dan udah baik dikasih mandi pagi tadi.
DAY 2
Setelah sarapan di kedai turki terdekat (sempet kaget pas lagi sarapan pagi2 denger orang teriak2 gaje, kirain ada orang berantem ternyata orang lagi mabuk.. jangan heran nemuin yang kek gini di negara2 barat bebas alcohol hehe.. di Seoul pun pernah kami jumpai pagi-pagi orang mabuk di subway teriak keras2), kami bersiap ke metro terdekat melanjutkan trip berikutnya. Sebenarnya hari ini jadwal seharian khusus ke area luar kota Paris, lebih tepatnya ke Istana Versailles dan sekitarnya. Namun dengan pertimbangan masih ada beberapa spot utama yang belum kami kunjungi (karna kelamaan di Eiffel kemaren wkwkwkw) akhirnya kami mampir dulu ke Arc de Triomph dan Louvre yang letaknya berdekatan. Ngga masuk ke Louvre karna antrian nguler panjang.
Sekitar tengah hari baru kami bersiap ke Versaille dengan kereta suburban (ibaratnya kalau metro tuh kayak MRT nya Jakarta, nah kalo ke Versailles itu) dari Metro terdekat dengan 1x transit pindah kereta ke versaille. Kami sempat berfoto-foto norak karena liat kereta bertingkat (hahaha), sampai ada cowok perancis nawarin mau difotoin apa nggak.. haha.
Di Versaille ada beberapa paket tour istana yang bisa diambil. Aku ambil paket tour istana beserta tamannya, karna taman Versaille ini sempat dijuluki taman terindah di dunia pada masanya dan udah ngidam pingin ke taman ini dari semenjak liat contekan mininya yang cantik di Taman Bunga Nusantara. Sedang temanku ambil tour istana dalam saja.
DAY 3
Pesawat ke Roma masih malam hari, jadi pagi-pagi kami sudah check out hotel dan menitipkan tas di hotel untuk walking tour sejenak ke Sacre-Coeur dan ke toko cinderamata. Hari itu tanggal 19 April 2019, kami lupa bahwa tanggal itu bertepatan dengan Hari Paskah dimana kami malah ke Sacre-Coeur yang notabene adalah salah satu Gereja Agung di Paris yang udah pasti penuuuuh banget warga kesana untuk beribadat. Jadilah foto-foto kami selama ditempat itu pastinya ber-background kumpulan orang-orang nongkrong sekitar gereja.. hehe. Sacre-Coeur ternyata Gereja yang posisinya seperti diatas bukit, untuk kesananya perlu naik tangga yang panjangnya bikin nyesek. Untungnya ada semacam kereta mini untuk angkut penumpang ke atas yang pastinya berbayar, mirip lift angkut yang di Great Asia Afrika Lembang.
Ditempat oleh-oleh yang ngga jauh dari Sacre-Coeur, sedikit dicomelin emak2 penjaga took (entah apa, mungkin karena tertekan banyaknya pembeli dan aku yang sedikit bingung mau beli apa..hehe). setelah sholat dzuhur kami lanjut menuju bandara via kereta dari Gare Du Nord. Sempat berandai-andai, andai kami ke Romanya naik kereta mungkin lebih nyaman karena udah langsung masuk kereta di Gard Du Nord, sedang kami masih harus otw ke Bandara dengan melalui beberapa kali check bagasi.
Dibandara aku sempet khawatir tas ngga bisa masuk kabin karena berat sepertinya nambah jadi melebihi batas kabin. Peraturan di Bandara Charles de Gaule cukup ketat setahuku makanya cukup ketar ketir pas tau timbangan bagasi mencapai 12 kilo! Ups..
Lagi deg-degan gitu disamperin pulak sama petugas bandara, ditanya apa ada kesulitan pakai timbangannya ? Cuma geleng aja saiah sambil natap om petugasnya deg-degan.. Sepertinya dy tahu saya kelebihan bagasi, tapi dy cuma senyum sambil bilang, “It’s Ok, you can take the bag on the cabin”… Oh God udah 4 orang baik saya temui di Perancis ini..semoga masih akan saya temui di negara-negara kunjungan selanjutnya. Dan bener aja, mbak-mbak pramugari Alitalia Cuma menyambut kami dengan senyum di pintu pesawat, sambil membantu menaikkan koper saya ke kabin.. Alhamdulillah..aspettaci Italia :)


Comments
Post a Comment